SEKILAS INFO

     » SELAMAT DATANG DI RSUD CARUBAN >> Email : rsudcaruban@madiunkab.go.id
Sabtu, 01 Oktober 2016 - 11:23:44 WIB
RSUD Caruban Bangun Ruang Inap Stroke dan Paru-Paru

Diposting oleh : Arief Yudhiarso
Kategori: umum - Dibaca: 305 kali

RSUD Caruban Bangun Ruang Inap Sroke dan Paru-Paru

 

MADIUN-RSUD Caruban Kabupaten Madiun terus melakukan penambahan fasilitas untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Tahun 2016 ini, RSUD Caruban membangun dua ruang rawat inap khusus penyakit paru-paru dan stroke.

 

Direktur RSUD Caruban dr.Djoko santoso mengatakan, dengan adanya ruangan khusus tersebut, maka akan bisa mendukung pelayanan kesehatan serta penyembuhan bagi masyarakat yang terkena penyakit paru-paru dan stroke.

 

”Ruang rawat ini nantinya akan memberikan pelayanan secara khusus terkait gangguan penyakit paru-paru dan stroke. Termasuk sampai menyediakan ruang isolasi khusus bagi para penderita penyakit paru-paru,” Ujar dr Djoko santoso, Kemarin.

 

Direncanakan, untuk ruang khusus penyakit paru-paru akan diisi 16 tempat tidur dengan 5 ruangan.”Ruang tersebut rencananya untuk VIP dan kelas 1.Sedangkan untuk ruang stroke rencananya akan diisi 14 tempat tidur dan memiliki 4 ruangan.”Ujar Djoko.

 

Djoko santoso memastikan, untuk ruang rawat inap paru-paru dan stroke pada awal tahun 2017 mendatang bisa ditempati maupun beroperasional. Mengingat, sebagian perlengkapan untuk penanganan kedua penyakit tersebut sudah dimiliki oleh RSUD Caruban.

 

“kekurangannya hanya sebatas mebeler saja, untuk perlengkapan medis, kami rasa RSUD Caruban sudah memiliki, Kalaupun ada kekurangan bisa dilakukan pengadaan secara bertahap. Sedangkan untuk tenaga medisnya sendiri, sementara akan kita ambilkan dari tenaga medis yang ada saat ini.”imbuhnya.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, H.Iswanto mengaku puas dengan progres pengerjaan dua ruangan penderita paru-paru dan stroke. Hal ini membuktikan jika para rekanan sudah melaksanakan kebijakan bupati Madiun, dimana kebijakan tersebut adalah, pelaksanaan fisik proyek harus diatas target yang ditetapkan.

 

“Diharapkan dengan adanya pembangunan ruangan baru ini, pelayanan bagi pasien khususnya bagi penderita stroke dan paru-paru semakin maksimal.”Ujar H.Iswanto.

 

Untuk pembangunan ruangan paru-paru pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 2,1 milyar bersumber dari dana DBHCHT cukai APBD Kab.Madiun 2016. Progresnya sendiri mencapai 61,89 persen dari progres yang ditetapkan yakni 50,76 persen.

 

Sedangkan untuk pembangunan ruangan penderita stroke pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 1,6 milyar bersumber dari dana DBH pajak rokok APBD Kab.Madiun 2016. Progresnya sendiri mencapai 69,14 persen dari progres yang ditetapkan yakni 69,10 persen.

 

“Sesuai kontrak, kedua ruangan itu berakhir pada 24 November 2016 mendatang. Melihat, progres yang dicapai, saya optimis sebelum kontrak berakhir, pembangunan dua ruangan ini bisa rampung sesuai target.”tandasnya.(hms)

 

 

kepsyen

Wakil Bupati Madiun, H.Iswanto (kanan) dengan didampingi direktur RSUD Caruban dr djoko santoso meninjau secara langsung pembangunan dua ruang inap stroke dan paru-paru.