SEKILAS INFO

     » SELAMAT DATANG DI RSUD CARUBAN >> Email : rsudcaruban@madiunkab.go.id
Selasa, 15 Agustus 2017 - 13:31:36 WIB
Pelayanan Unit Stroke Di RSUD Caruban Kab.Madiun

Diposting oleh : IT Center RSUD Caruban
Kategori: Mutu Pelayanan Rumah Sakit - Dibaca: 190 kali

GEDUNG UNIT STROKE

Di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban Kab.Madiun

 

Pentingnya pelayanan rehabilitasi medik dan tingginya kasus stroke mendorong Pemerintah Kabupaten Madiun untuk pengembangan Unit Stroke di RSUD Caruban Kab.Madiun.

Unit Stroke merupakan unit pelayanan komprehensif pasien stroke yang dilakukan oleh tim multidisipliner serta kombinasi terapi untuk perawatan akut dan rehabilitasi dini.

Unit stroke tersebut melayani pasien stroke fase akut. Setelah pasien melewati fase akut maka pasien stroke akan dipindahkan ke ruang perawatan biasa dan dipersiapkan juga perawatan khusus pasien stroke untuk perencanaan saat pasien pulang (discharge planning).

Stroke dikategorikan sebagai penyakit gaya hidup. Salah satu alasannya, penyakit ini sering memiliki faktor risiko yang terbentuk dari penerapan gaya hidup tidak sehat yang berlangsung lama. Akhirnya ketika faktor-fator pemicu stroke makin kuat, terjadilah serangan pada pembuluh darah di otak yang mulanya dari penyumbatan di area tersebut.

Beberapa pembentuk faktor risiko stroke adalah merokok, mengonsumsi alkohol, kurang berolahraga atau tidak aktif bergerak, suka mengonsumsi makanan berlemak, hipertensi, diabetes, dan sebagainya. Banyak pemicu dari stoke juga menjadi faktor risiko serangan jantung koroner.

Ada beberapa jenis serangan stroke, seperti Stroke Hemoragik dan Stroke Iskemik. Pada stroke hemoragik, pasien mengalami kehilangan kesadaran akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Serangan ini memicu kerusakan sel-sel otak di daerah tertentu.

Sedangkan untuk stroke iskemik, pasien yang terserang memiliki tanda mengalami kelumpuhan bagian tubuh tertentu misalnya tangan dan kaki di separuh tubuhnya. Pasien juga tampak cadel saat berbicara dan sulit mengingat. Penyebab stroke ini adalah penyumbatan pembuluh darah karena gumpalan atau plak yang terbentuk dari proses pengerasan arteri (aterosklerosis).

Serangan stroke jenis apapun yang dialami seseorang, harus segera dirujuk ke rumah sakit. Selain agar stroke tertangani, juga mencegah otak pasien dari kerusakan fatal. Stroke bisa menimbulkan kerusakan otak secara permanen. Golden periodatau masa emas untuk penyelematan pasien yang terkena stroke adalah 6 (enam) Jam  dari terjadinya waktu serangan.

Sehingga untuk mendukung penanganan pasien stroke ini, di RSUD Caruban Kab.Madiun telah disediakan tempat tersendiri bagi mereka dengan berbagai perlengkapan medis yang memadai seperti CT Scan dan secepatnya ditangani oleh Tim Multidisipliner.

CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak.
Berat badan klien merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan. Berat badan klien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan adalah klien dengan berat badan dibawah 145 kg. Hal ini dipertimbangkan dengan tingkat kekuatan scanner. Sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan pada klien, harus dilakukan test apakah klien mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25 menit, karena hal ini berhubungan dengan lamanya pemeriksaan yang dibutuhkan.
Harus dilakukan pengkajian terhadap klien sebelum dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah klien bebas dari alergi iodine, sebab pada klien yang akan dilakukan pemeriksaan CT.

Scan disuntik dengan zat kontras berupa iodine based kontras material sebanyak 30 ml. Bila klien ada riwayat alergi atau dalam pemeriksaan ditemukan adanya alergi maka pemberian zat kontras iodine harus distop pemberiannya. Karena eliminasi zat kontras sudah harus terjadi dalam 24 jam. Maka ginjal klien harus dalam keadaan normal.

Tujuan penggunaan CT Scan

Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotope. Dengan demikian CT scan hampir dapat digunakan untuk menilai semua organ dalam tubuh, bahkan di luar negeri sudah digunakan sebagai alat skrining menggantikan foto rontgen dan ultrasonografi. Yang penting pada pemeriksaan CT scan adalah pasien yang akan melakukan pemeriksaan bersikap kooperatif artinya tenang dan tidak bergerak saat proses perekaman. CT scan sebaiknya digunakan untuk :

  • Menilai kondisi pembuluh darah misalnya pada penyakit jantung koroner, emboli paru, aneurisma (pembesaran pembuluh darah) aorta dan berbagai kelainan pembuluh darah lainnya.
  • Menilai tumor atau kanker misalnya metastase (penyebaran kanker), letak kanker, dan jenis kanker.
  • Kasus trauma/cidera misalnya trauma kepala, trauma tulang belakang dan trauma lainnya pada kecelakaan. Biasanya harus dilakukan bila timbul penurunan kesadaran, muntah, pingsan ,atau timbulnya gejala gangguan saraf lainnya.
  • Menilai organ dalam, misalnya pada stroke, gangguan organ pencernaan dll.
  • Membantu proses biopsy jaringan atau proses drainase/pengeluaran cairan yang menumpuk di tubuh. Disini CT scan berperan sebagai “mata” dokter untuk melihat lokasi yang tepat untuk melakukan tindakan.
  • Alat bantu pemeriksaan bila hasil yang dicapai dengan pemeriksaan radiologi lainnya kurang memuaskan atau ada kondisi yang tidak memungkinkan anda melakukan pemeriksaan selain CT scan.

 

 

Caruban, 07 Agustus 2017

Penulis

Yoyok A.Setyawan, SKM

Inst.Humas & Promkes RSUD Caruban Kab.Madiun