SEKILAS INFO

     » SELAMAT DATANG DI RSUD CARUBAN >> Email : rsd_caruban@yahoo.co.id
Sejarah RSUD Caruban
Diposting tanggal: 16 Agustus 2019

     RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun didirikan pada tahun 1993/1994 pada saat Bupati Madiun dijabat oleh Ir. Kadiono. Pendirian RSUD dengan pertimbangan bahwa sampai dengan tahun 1992 Pemerintah Kabupaten Madiun belum mempunyai sarana kesehatan yang berupa Rumah Sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan rujukan dari berbagai Puskesmas dan sarana pelayanan swasta lainnya. Dilain pihak Kota Caruban yang mempunyai nilai strategis secara geografis, ekonomis dan sosio budaya terus didorong untuk dapat tumbuh dan berkembang menjadi kota kecil setingkat ibu kota Kabupaten Madiun dengan segala fasilitas kotanya.

      Secara operasional pelayanan kepada masyarakat dimulai pada bulan Juli 1994 dengan Direktur dijabat oleh dr. H. Dinoto Kusnin dengan menugaskan kepala Puskesmas Mejayan untuk memberikan pelayanan berupa Balai Pengobatan Umum dan Gigi, Pelayanan Kegawatdaruratan, Pelayanan Obat-obatan dan Memelihara Lahan Bangunan. Sedangkan pelayanan spesialistik dan fungsi rujukan sebagai kompetensi pelayanan yang baru dilaksanakan pada tahun anggaran 1996/1997 setelah selesainya tahapan pembangunan fisik dan adanya tenaga spesialis tetap yakni dr. Dukut Rahardjo Agung H., SpOG dan dukungan tenaga dari RSUD dr. Soedono Madiun dengan menugaskan para spesialisnya secara bergiliran.

     Dalam kurun waktu 24 (Dua puluh empat) tahun operasionalisasi, RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun sebagai RSUD “Baru”, telah mengalami perkembangan kemampuan pelayanan ditinjau dari jumlah sarana fisik, peralatan medik, tenaga dan kemampuan finansial. RSUD CARUBAN telah menjadi Rumah Sakit Tipe C yang akan mengembangkan pelayanan menjadi Rumah Sakit Type B.

      Mengacu pada Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang menyatakan bahwa Rumah Sakit pemerintah harus menerapkan pola pengelolaan keuangan dengan prinsip Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) maka sejak tanggal 3 Desember 2009 RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun telah ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan status penuh sesuai dengan Keputusan Bupati Madiun No. : 188.45/696/KPTS/402.031/2009. Dengan menjadi BLUD, rumah sakit diharapkan mampu menjalankan fungsinya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menonjolkan produktivitas, efisiensi dan efektifitas. Serta mampu menerapkan manajemen keuangan yang berbasis pada hasil (kinerja). Dengan pola keuangan BLUD, rumah sakit diberikan fleksibilitas dalam rangka pelaksanaan anggaran, pengelolaan SDM, termasuk pengelolaan pendapatan dan belanja, pengelolaan kas, dan pengadaan barang/jasa,sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terjamin kualitasnya.