SEKILAS INFO

     » SELAMAT DATANG DI RSUD CARUBAN >> Email : rsudcaruban@madiunkab.go.id
Mutu Pelayanan Rumah Sakit
Diposting tanggal: 06 Maret 2017

Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

RSUD CARUBAN

 

Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien RSUD CARUBAN Kabupaten Madiun menetapkan indikator rumah sakit yang sesuai dengan standar Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien ( PMKP ) dari KARS Versi 2012. Berdasarkan standar PMKP 3, dapat diklarifikasikan indikator rumah sakit di RSUD CARUBAN KAbupaten Madiun adalah sebagai berikut: 10 Indikator area klinik, 9 indikator area manajemen, 6 indikator sasaran Keselamatan Pasien, serta analisis trend kejadian yang tidak diharapkan.

 

Adapun indikator mutu yang dipantau adalah sebagai berikut:

  1. Indikator Area Klinis, meliputi :
    1. Assesmen Pasien, dengan indikator Angka Ketidaklengkapan Pengkajian Awal Dokter di ruang rawat inap;
    2. Pelayanan Laboratorium, dengan indikator Angka keterlambatan penyerahan hasil laboratorium rutin untuk rawat jalan;
    3. Pelayanan Radiologi dan Pencitraan Diagnostic, dengan indikator Angka keterlambatan penyerahan hasil pemeriksaan foto Thorax di rawat jalan dan rawat inap;
    4. Prosedur Bedah, dengan indikator Angka Ketidaklengkapan dokumen site marking;
    5. Penggunaan Antibiotika dan Obat Lainnya, dengan indikator Angka Pemberian Antibiotik Ganda di rawat jalan;
    6. Kesalahan pengobatan ( Medication Error ) dan KNC, dengan indikator Angka Kejadian kesalahan penyiapan obat di rawat inap dan IGD;
    7. Anaestesi dan Penggunaan Sedasi, dengan indikator Angka ketidak lengkapan asesmen pra anestesi;
    8. Penggunaan darah dan Produk darah, dengan indikator Angka Kekosongan kebutuhan darah bagi setiap pelayanan transfusi;
    9. Ketersediaan, isi dan penggunaan rekam medis, dengan indikator Angka Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis 1x24 jam setelah selesai pelayanan di rawat inap;
    10. Pencegahan dan pengendalian, pengawasan dan pelaporan infeksi, dengan indikator Angka kejadian pneumonia  pada pasien yang rawat inap ( Hospital Acquired Pneumonia /HAP ), Angka kejadian phlebitis  pada pasien yang dilakukan tindakan pemasangan kateter intravena, Angka Kejadian Infeksi Saluran Kencing ( ISK ), Angka Kejadian Infeksi Daerah Operasi  ( IDO ), Angka Kejadian Infeksi Ventilator Associated Pneumonia ( VAP ), Angka Kejadian Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) pada Pasien yang Terpasang Kateter Vena Sentral.

                        

  1. Indikator Area Manajemen, meliputi :
    1. Pengadaan Rutin Peralatan Kesehatan dan Obat, dengan indikator Angka kekosongan Obat emergensi di kotak emergensi pada ruangan rawat inap;
    2. Pelaporan kegiatan seperti diatur oleh undang – undang dan peraturan, dengan indikator Pelaporan kegiatan rumah sakit ( RL.5.1, RL 5.2, RL 5.3, RL.5.4) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI;
    3. Manajemen Risiko, dengan indikator Kejadian Petugas Tertusuk Benda Tajam;
    4. Manajemen penggunaan sumber daya, dengan indikator Angka tenaga Terlatih di Unit Khusus;
    5. Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga, dengan indikator Survey Tingkat kepuasan pasien dan atau keluarga terhadap pelayanan Rumah Sakit ( Indikator Kepuasan Pasien );
    6. Harapan dan kepuasan staf, dengan indikator Survey Tingkat kepuasan karyawan;
    7. Demografi pasien dan diagnosis klinik, dengan indikator10 besar diagnose pasien di Rawat jalan dan rawat inap;
    8. Manajemen keuangan, dengan indikator Cost Recovery Rumah Sakit;
    9. Pencegahan dan pengendalian dari kejadian yang dapat menimbulkan masalah bagi keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf, dengan indikator Survey Pola Pemahaman Staf Dalam Melaksanakan Cara Cuci Tangan Yang benar.

 

  1. Indikator Sasaran Keselamatan Pasien, meliputi :
    1. Mengidentifikasi Pasien Dengan Benar, dengan indikator Kejadian kesalahan identitas pada gelang pasien;
    2. Meningkatkan Komunikasi yang Efektif, dengan indikator Kejadian ketidak lengkapan verifikasi the read back process;
    3. Meningkatkan Keamanan Obat-obatan yang harus diwaspadai, dengan indikatorKejadian  tidak adanya label high alert pada obat high alert di unit kerja;
    4. Tepat Pasien, Tepat Lokasi, Tepat Prosedur Operasi dengan indikatorAngka Ketidaklengkapan dokumen sitemarking;
    5. Mengurangi Resiko Infeksi Akibat Perawatan Kesehatan, dengan indikatorSurvei Pelaksnaan Cuci Tangan Sebelum Pemeriksaan Pasien oleh Dokter di Rawat Inap;
    6. Mengurangi Risiko Cedera Pasien Akibat Terjatuh, dengan indikatorAngka Kejadian pasien jatuh selama rawat inap;
  2. Indikator Kejadian yang Tidak diharapkan, meliputi :
    1. Kejadian reaksi tranfusi yang sudah dikonfirmasi , jika terjadi di rumah sakit, dianalisis, dengan indikator Kejadian reaksi transfusi;
    2. Kejadian Serius Akibat Efek Samping Obat, dengan indikator Kejadian serius akibat efek samping obat;
    3. Kesalahan Pengobatan yang signifikan, dengan indikator Angka Kejadian Kesalahan Penyiapan Obat di Rawat Inap;
    4. Perbedaan antara diagnose Pra – Operasi dan Pasca Operasi, dengan indikator Kejadian Ketidakcocokan yang besar (major) antara diagnosis pre - operasi dan post operasi;
    5. 5.       Pola Efek Samping Selama Sedasi Moderat atau Mendalam dan Pemakaian Anesthesi, dengan indikator Kejadian de-saturasi O2 pada saat durante anesthesia pasien dengan general anesthesia;
    6. Kejadian – kejadian Lain, dengan indikator Identifikasi pasien potensial wabah berdasarkan alamat tempat tinggal.

 

Pelaporan ini dibuat untuk mengevaluasi perkembangan hasil pemantauan indikator mutu yang diambil oleh instalasi/unit kerja dari bulan Oktober 2016 sampai dengan April 2017. Dan dalam laporan ini, perbandingan ( Benchmark ) hasil pemantauan indikator mutu di RSUD CARUBAN, berdasarkan standar nasional ( yang sebagaian besar ditetapkan dalam SPM tahun 2008 ) serta standar dari WHO.

Seperti telah dijelaskan diatas, kegiatan pemantauan indikator mutu yang dilaporkan adalah periode triwulan IV tahun 2016 dan triwulan I tahun 2017. Adapun indikator mutu yang dipantau adalah sebagai berikut :

 A.  INDIKATOR AREA KLINIS

      1.  Assesment Pasien, dengan indikator angka ketidaklengkapan pengkajian awal dokter di ruang rawat inap.

 

       2.  Pelayanan Laboratorium, dengan indikator angka keterlambatan penyerahan hasil laboratorium rutin untuk rawat jalan

 

        3. Pelayanan Radiologi dan Pencitraan Diagnostic, dengan indikator angka keterlambatan penyerahan hasil pemeriksaan foto Thorax di rawat jalan dan rawat inap

 

        4.      Ketersediaan, Isi dan Penggunaan Rekam Medis, dengan indikator angka ketidaklengkapan pengisian Rekam Medis 1 x 24 jam setelah selesai pelayanan di rawat inap

         

        5.      Pencegahan dan Pengendalian, Pengawasan dan Pelaporan Infeksi

                  a.   Angka Kejadian Pneumonia  pada pasien yang rawat inap ( Hospital Acquired Pneumonia /HAP)

 

                  b.  Angka kejadian phlebitis  pada pasien yang dilakukan tindakan pemasangan kateter intravena

 

                 c.   Angka Kejadian Infeksi Saluran Kencing ( ISK )

 

                 d.  Angka Kejadian Infeksi Daerah Operasi  ( IDO )

 

                  e.   Angka Kejadian Infeksi Ventilator Associated Pneumonia ( VAP )

 

                 f.    Angka Kejadian Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) pada pasien yang terpasang kateter vena sentral

 

         B.  INDIKATOR AREA MANAJEMEN

              1.  Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga, dengan indikator Survey Tingkat kepuasan pasien dan atau keluarga  terhadap pelayanan Rumah Sakit ( Indikator Kepuasan Pasien )

 

 

 

                2.      Harapan dan kepuasan staf, dengan indikator survey tingkat kepuasan karyawan

 

               3. Demografi pasien dan diagnosis klinik, dengan indikator10 besar diagnose pasien di Rawat jalan

 

                4. Demografi pasien dan diagnosis klinik, dengan indikator10 besar diagnose pasien di Rawat Inap

 

 

               5.  Manajemen keuangan, dengan indikator Cost Recovery Rumah Sakit (Capaian sudah baik )

 

 

 

           C.  INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN

               1.  Mengidentifikasi Pasien Dengan Benar, dengan indikator Kejadian kesalahan identitas pada gelang pasien

 

 

                2.  Meningkatkan Komunikasi yang Efektif, dengan indikator Kejadian ketidak lengkapan verifikasi the read back process

 

              3.  Meningkatkan Keamanan Obat-obatan yang harus diwaspadai, dengan indikatorKejadian  tidak adanya label high alert pada obat high alert di unit kerja

 

 

                4.  Tepat Pasien, Tepat Lokasi, Tepat Prosedur Operasi dengan indikatorAngka Ketidaklengkapan dokumen sitemarking

 

                5.  Mengurangi Risiko Cedera Pasien Akibat Terjatuh, dengan indikatorAngka Kejadian pasien jatuh selama rawat inap